Diproteksi: Diriku, dan Komunikasi Antar Personal


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Codeforces Round #104 (Div. 2)


Well. Pada saat mulai kontes, masih rada-rada lambat. Tapi saat udah berhasil mengumpulkan soal A, mulai jadi stabil. Saya berhasil mengerjakan hingga soal D. Saat berhasil mengumpulkan soal D, masih ada sisa waktu 18 menit. Sebelumnya saya sempat membaca sekilas soal E, dan terlihat susah untuk dikerjakan. Oleh karena itu saya tidak mencoba mengerjakan soal E tapi langsung me-lock submission saya, dan mencoba melakukan challenge ke submission peserta lain.

Saat mencoba men-challenge ke submission soal A salah satu peserta yang saya yakin kalau ada kasus yang bocor, testcase yang saya berikan ternyata tidak diterima oleh system karena tidak sesuai dengan syarat. Setelah membaca soal lagi, ternyata N harus genap. Untung saja submission saya masih bisa lolos. Kemudian saat mencoba pindah ke soal D, saya melihat kode orang yang memiliki syarat yang belum saya cover. Benar saja, saat saya test kode saya, memang salah. Ya sudahlah, udah ke-lock.

Trus saya pindah ke submission lain di soal D. Nah, ini nih, yakin kalau submissionnya salah. Maka saya tekan tombol hack, saya masukkan testcasenya, dan memegang mouse, dan waktu habis. Please, 3 detik aja, untuk ngeclick submit -_____-

Systest pun selesai, soal A, B, C passed. D gagal, sesuai dugaan. Total nilai 2564 = 458 (00:21),  864 (00:34), 1242 (00:43). Setelah dilihat lagi A makan sekitar 20 menit, B ~ 10 menit, C ~10 menit. Wew, cepat juga. -_-a Yang D aaaaaa salahnya. 😦 Rating lama 1475, dan rating baru 1514, naik 39, Alhamdulillah.

Kenapa Milis Harus Menjadi Media Komunikasi Utama?


Ini adalah pendapat saya mengenai isu di milis HMIF yang sempat panas. Baru pertama kali ngelihat topik dengan total 27 email. Mungkin kalau dulu itu sudah biasa. Tapi saat ini hampir tidak pernah lagi.

Kalau saya pribadi sih lebih suka dengan milis karena informasi yang disampaikan bakal lebih jelas, dan kita tahu kalau itu adalah informasi. Kalau menggunakan facebook, yang umumnya dibuka saat bersenang-senang atau melepas jenuh dari Netbeans/Notepad++/Eclipse dkk, yang diharapkan ya senang-senang. 😉

Jadi kalau kebetulan ada informasi yang didapat pada saat tersebut tentu juga tidak bakal akan diterima lebih baik dibandingkan dengan saat membuka email yang tujuannya memang ingin mendapatkan informasi.

Mungkin ada yang lebih senang dengan cara sambil bersenang-senang, tapi ada lagi kekurangan media seperti itu. Ga bisa diarsipkan. Ibaratnya itu kaya surat howler (yang tau Harry Potter tau lah ya), habis dibaca langsung terbakar. Beda kaya surat biasa yang bisa di arsipkan.

Misalnya ada info beasiswa atau lowongan pekerjaan yang penting, tapi kita lagi sibuk, dan ingin mengeceknya di lain waktu, apakah di facebook bisa ditandai kalau itu akan dibaca lagi? Kalau email mah gampang, apalagi kalau gmail, tinggal klik aja bintangnya. Ini nih menurut saya alasan utama kenapa informasi harus lewat milis. Kalau ada yang lain ya terserah, tapi utamakan dulu milis baru yang sunahnya.

Kalau namanya anak Informatika, harusnya bisa dong memanfaatkan feature-feature teknologi yang udah ada secara optimal. FYI, dari email juga bisa untuk ngepost kegroup facebook, jadi kenapa ga buat lewat email, kirim ke milis dan group facebook. Beres kan?

Trus tambahan.. Apakah milis bahasannya harus se-strict itu? Ada ga sih media komunikasi di HMIF yang sifatnya senang-senang? Atau istilahnya untuk nge-junk? Serius-serius amat sih. Haha.

Fruit Ninja


Ada yang tau dengan fruit ninja? Fruit Ninja adalah sebuah game dengan konsep yang sederhana, tapi adiktif (menurut saya). Kayanya game ini udah ada hampir di semua gadget (tablet, pc, hp), tapi kayanya paling enak dimainin di gadget yang punya layar sentuh.

Konsep gamenya sederhana, hanya membelah buah yang muncul di layar. Membelahnya dengan mengandaikan jari anda sebuah pedang dan mengayunkannya.

Ada 3 mode di game fruit ninja ini (yang free di gadget android, sa ya hanya pernah nyobain yang itu sih). Zen, classic, dan arcade.

Zen merupakan mode yang paling gampang, tidak ada bom. Cocok untuk anak kecil. Kebetulan ponakan saya 2 orang masih kecil2 senang kalo dipinjamin buat mainin mode ini. Selain ini mode ini juga bisa digunakan untuk latihan combo. Highscore saya di mode ini 242.

Classic adalah mode yang mengutamakan ketelitian dan ketepatan. Buah tidak boleh jatuh, dan sama sekali tidak boleh memotong bom. Highscore saya di mode ini 398.

Arcade merupakan mode yang paling saya sukai. Dalam waktu 1:15 menit skill dan keberuntungan diuji. Mengambil combo chain, hingga menjadi combo god. Highscore saya 941.

Fruit ninja memiliki efek visual yang bisa di unlock jika sudah memenuhi syarat tertentu. Seperti efek tebasan dan background. Saat ini yang belum ke-unlock tinggal shadow blade..

Edit:
Udah berhasil mendapatkan shadow blade ^^,

Pilkada Pekanbaru


Buat yang ga tau, Pekanbaru itu nama kota, ibukota Provinsi Riau. Riau itu ada di Pulau Sumatra, selatannya Singapura. Kalau kota, pemimpinnya disebut walikota. Pilkada itu, pemilihan kepala daerah. Nah baru-baru ini lagi di Pekanbaru lagi ramai dibicarakan tentang masalah ini.

Kenapa jadi masalah yang ramai dibicarakan? Habisnya pemilunya udah dilaksanakan 2 kali, tapi masih gak beres-beres. Pilkada yang pertama saya lupa kapan diadakannya, tapi pilkada yang kedua baru diadakan bulan Desember yang lalu. Calon di kedua pilkada ini sama, yang satu cowo, yang satu cewe.

Pilkada pertama yang dimenangkan oleh calon yang cowo dibatalkan karena dikatakan kalau ada terdapat kecurangan di suara yang diberikan pada salah satu calon. Oleh karena itu diadakanlah pilkada yang kedua. Setelah pemilu yang kedua ini terlaksana, calon yang cowo malah ingin digugurkan. Katanya administrasinya tidak benar, beristri dua tapi pada saat pendaftaran hanya punya istri satu. Haduh-haduh banyak alasan. Kalau salah administrasi, seharusnya dari awal sudah digugurkan, kenapa malah ditengah-tengah baru diungkit kembali. Kelihatan dibuat-buat.

Masalah ini membuat masalah yang lain. Beberapa masyarakat Pekanbaru yang mengatasnamakan warga Pekanbaru melakukan demo. Kalau demo berorasi menyampaikan pendapat saja sih masih okelah ya, tapi malah sampai melakukan vandalisme (perusakan barang umum) ke 2 tugu yang kebetulan berada dekat dengan lokasi demo yang dilakukan sambil membakar ban.

Tugu Zapin

Tugu yang sudah jelek semakin dijelekkan *sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com*

Ban yang dibakar di jalan pusat kota dan mengganggu lalu lintas *sumber:http://pekanbaru.tribunnews.com*

Kalau menurut saya hal ini sangat tidak Melayu, sudahkah hilang Melayu di bumi? Orang Melayu itu ya, lemah-lembut dan santun, jarang yang mengeraskan suaranya. Selain itu juga sifat buruknya, “tak adee”, apapun pertanyaannya, jawabnya, “tak ade”. Pokoknya gak pernah selama 20 tahun saya hidup terjadi sebelumnya. Gimana ya rasanya. Sedih, kesal.

*I don’t wanna live in this planet anymore*