Papandayan, 2665 dpl. #2 – 9 Maret 2013


Ini merupakan cerita kedua dari dua post. Cerita sebelumnya dapat dibaca di sini

Pada saat sampai di pos pertama, kami istirahat di warung yang ada. Sambil makan-makanan kecil, kami mendiskusikan apakah langsung naik atau istirahat dulu dan mulai naik pada saat subuh. Setelah bediskusi kami memutuskan untuk memaksakan naik karena ingin mengejar sunrise. Aku dan Restu kemudian mendaftar ke pos. Di sana membayar uang pendaftaran Rp. 2000/org, Rp.10.000/motor untuk biaya parkir, dan Rp. 10.000 biaya sukarela agar pas Rp. 50.000. Di pos kami diwanti-wanti agar tidak langsung naik. Namun demi mengejar sunrise, kami tetap ngotot.

Pukul 02.00 kami memulai pendakian. Tidak lama berjalan, kabut mulai turun. Kami pun berhenti di tempat yang agak lapang dan kemudian saya dan Lio memfoto bintang di langit. Hasilnya bisa dilihat di sini. (Entah kenapa saya merasa tanpa sengaja memfoto satelit atau ufo di salah satu foto. Atau itu mungkin hanya permainan cahaya)

Sambil mengambil foto, kami bercerita, seperti umumnya malam-malam pendakian walaupun hanya ditemani cahaya bintang tanpa api unggun. Sejam berlalu. Kami pun turun karena kabut masih tetap belum naik.

Di bawah, kami istirahat di warung. Pukul 4.45, aku dan Sigit sholat Subuh. selesai sholat, kami membangunkan teman-teman yang lain dan segera packing untuk mengejar sunrise. Pada saat itu Oki panik karena hapenya hilang. Hilang di dalam tas. 15 menit pun berlalu sia-sia. Packing kembali dilakukan. 5.20 kami mulai perjalanan naik.

Emang sudah terlambat sih. Tapi lebih baik daripada tidak melihat sama sekali. Sepanjang perjalanan naik kita banyak foto-foto. Bisa dilihat di sini, dan di sini.

Kami berjalan menuju pondok salada. Sesampainya dipondok salada, kami lalu membentang alas untuk duduk dan memulai persiapan memasak. Saat ingin menyalakan kompor, sadarlah kami kalau gas ketinggalan di pos pertama. Sepakatlah kami untuk menyalahkan okihita karena hapenya hilang di dalam tas dan membuat packing menjadi terburu-buru.

Kami lalu meminta tolong salah satu camper disana untuk meminta gas. Dan kami lalu diajak makan bareng. Sambil bercerita-cerita, taulah kami kalau ternyata salah satu camper tersebut adalah admin @infopendaki. (Harusnya minta tanda tangan nih)

Jam 9 pagi, kabut mulai turun. Kabut ini berasa seperti hujan. Kami pun menunggu hujan reda sambil bercerita dengan mas admin. Saya juga sempat mengambil foto laba-laba di pondok salada ini. Haha.

Jam 10 kami meneruskan perjalanan. Awalnya kami ingin langsung turun melalui jalur hutan mati. Namun di tengah perjalanan kami melihat petunjuk jalan menuju puncak. Karena tidak melihat petunjuk jalan untuk turun, kami pun naik ke tegal alun, yang katanya puncak di papandayan. FYI, kalo ditanya yang mana yang puncak di papandayan, jawabannya either tegal alun, atau kamu dilecehkan dengan perkataan “hah, puncak? Bingung juga puncak papandayan yang mana”. Tapi kalo kata bang Dani masih ada lagi puncak diatas tegal alun. Haha.

Sekitar jam 11 kami mencapai tanjakan Maman. Wah, suram lah ini tanjakannya. Untungnya tidak begitu panjang. Tegal Alun pun dicapai. Semua kesan dan pesan terakhir divideokan disini (seakan-akan mau mati aja pake pesan terakhir). Bahkan oki mengungkapkan ************* (sensored).

Setelah selesai foto dan bervideo, kami langsung turun. Waktu yang dibutuhkan untuk turun ke tempat kami memutuskan menuju Tegal Alun 2x lebih cepat jika dibandingkan dengan waktu untuk naik. Sekitar pukul 14.15 saya dan sigit sudah mendahului restu, oki dan lio, karena ingin buru-buru sholat dzuhur.

Di bawah (pos pertama), kami beristirahat sambil packing selama 1 jam. Sekitar pukul 15.30, kami berangkat pulang menuju Bandung. Di tengah pejalanan, sekitar pukul 19.00, saya bertukar dengan restu untuk membawa motor. Apa daya, harga diri harus ditelan, daripada bawa motor trus ketiduran di jalan. Bahkan jadi penumpang sempat ketiduran, Restu ampe mencak-mencak bawa motor :P. Pukul 21.00, kami sampai di Bandung dengan selamat.

Last word.

Trip to San Francisco #4


Soooooo many things happened that make me confused what I should write.

I think I would talk about my day 0. A day before I start my first day, a day where I arrive at San Francisco. After I arrived at the airport, I go to the customs, which was going well, and I took my luggage, which was going well, and then I bought my simcard, which actually a quite not well, because it is so pricey (70$ or so), but I really need it because my simcard can’t use data and I need it to access google map and contact my office, and then I use BART which was going well (I ask around and looked at the people how to buy the ticket). I go to my office by using BART, while bringing my luggage, it’s okay, all road can be accessed by wheelchair user, and fortunately I am using suitcase, a really big suitcase. I think I can put myself into it. 😐

Baca lebih lanjut

Trip to San Fransisco #1 – From CGK to NRT


I’ve been abroad to Singapore, Malaysia, Arab Saudi, and Thailand. But never been alone. The smallest group consist of two people, to Singapore.

So this trip to San Fransisco to intern at Pocket Gems is my first trip abroad with myself. You might be remember that I have been invited to intern at Pocket Gems and passed the interview test, and I have some problem with getting Visa. Thursday, 1 week 4 days (yes, I count every day passed) after interview with the embassy, I got a phone call that told me to send my passport to embassy, just put it to nearest RPX office (FedEx). So I went to RPX and give my passport to be sent and contact Pocket Gems. At Monday, I called the embassy again, asking for my Visa status, and they said it haven’t been finished yet. Fortunately, without any news, at Tuesday, the 3rd office day after I sent my passport, the courier bringing my passport knocked my door.

I give the news to Ellen, Pocket Gems HR that I keep contact with. An hour after I give the news, she told me to be ready for flight that night, 12 hour right at the time I read the email. Panicked? Kind of, I’ve already packed my belonging since two weeks before, I just worried what I might forgot to bring. But 6 hours passed and she still give no confirmation. So I told her that it’s impossible for that night flight. I got the ticket for the next day, and will return to Indonesia at Sept 9, 2 weeks after schools start.

The flight transits to Tokyo (Narita) first, before continue the flight to San Fransisco 8 hours after arriving. Right now I am at Narita, after arrived with Japan Airlines with flight number JAL 726. I will continue the flight with Delta 208, and scheduled to arrive at San Fransisco at 9:35AM local time. I don’t have any photos yet, my phones battery are low so I can’t catch any pictures. I will update later with some picture of quarantine transit room at Narita airport. I can’t get out from airport, unfortunately.

Please wish me a safe trip! 🙂