Olahraga, setelah sekian lama


Sebenarnya saya bukannya benci olahraga. Tapi hanya tidak suka kecapekan, dan juga malas untuk memulainya. Biasanya kalau udah kecapekan bawaannya jadi malas ngapa-ngapain untuk hari itu. Apalagi kalau pegal-pegal. Haha.

Olahraga yang paling saya sukai itu Arung Jeram. Namun udah setahun lebih ga turun ke sungai. 😦 Salah satu alasannya karena udah jarang olahraga, stamina jadi ga ada. Padahal arung jeram itu butuh stamina. Dan juga punya taruhan nyawa kalau ga hati-hati. Ya kalau ikutan arung jeram sebagai tamu sih mungkin ga apa-apa, tapi rasanya ga punya harga diri kalau saya jadi tamu. -_-

Nah karena berdasarkan alasan itulah maka saya memutuskan untuk berusaha membentuk fisik saya. Caranya dengan olahraga lagi. Haha. Kebetulan akhir-akhir ini entah kenapa selalu bangun sebelum jam 6, tapi abis itu malah malas-malasan di kasur. Kalau seandainya berhasil memaksaan diri untuk memulai, haha…

Porsi latihan yang saya gunakan sama dengan yang pernah saya dapatkan saat pendidikan KMPA dulu. Seingat saya ada beberapa versi latihan yang pernah diberikan.

Versi 1:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Naik-turun-tangga 1 menit
  • Push-up 1 menit
  • Sit-up 1 menit
  • Pull-up 1 menit
  • Pendinginan

Versi 2:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 13 kali non-stop
  • Pendinginan

Versi 3:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Sprint interval 6 kali (lari sprint 1 putaran, jalan 1 putaran = 1 kali)
  • Pendinginan

Versi 4:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Naik-turun-tangga 1 menit
  • Push-up 1 menit
  • Sit-up 1 menit
  • Pull-up 1 menit
  • Sprint interval 6 kali (lari sprint 1 putaran, jalan 1 putaran = 1 kali)
  • Pendinginan

Dijamin kalau tiap minggu bisa rutin ngelakuin ini perkasa deh. Haha. Tadi saya ngelakuin yang versi 1. Kapankah saya akan olahraga lagi? Haha. Hmm. Pengen ngarung… 😦

Iklan

Kenapa Banyak Pencuri?


Mungkin ada yang membaca post saya sebelum ini, yang menceritakan kalau ada maling yang masuk ke kamar saya dan mengambil 2 laptop dan 1 BB, namun berhasil ketangkap sebelum kabur. Oleh karena itu barang-barang tersebut disita oleh polisi sebagai barang bukti. Kami ga bisa mengambilnya, karena ada prosedur yang harus dipatuhi.

Penahanan tersangka tidak bisa sembarangan, butuh barang bukti untuk pengurusan berkas-berkas, oleh karena itu kami tidak bisa langsung mengambil barang bukti saat itu juga. Barang bukti tidak boleh berubah bentuk, warna, apalagi hilang. Oleh karena itu penyitaan barang bukti sangat ditekankan oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya setelah berkas penahanan selesai, untuk pengajuan ke persidangan juga memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi, syarat tersebut adalah:

  1. Ada korban, ya jelas ada, saya dan sepupu saya
  2. Ada saksi, ya ada, saya dan juga warga Cisitu
  3. Pengakuan pelaku, pelaku sudah mengaku
  4. Ada barang bukti, 2 buah laptop dan 1 buah BB

Semua syarat tersebut sudah dipenuhi. Dan kami pun menyerahkan barang bukti untuk disimpan oleh polisi. Kenapa barang bukti harus diserahkan? Karena ada peraturan yang menyatakan bahwa barang bukti tidak boleh berubah bentuk, warna, dan saja tidak boleh hilang.

Karena aturan itulah polisi menyimpan barang bukti. Lho tapi saya butuh barangnya pak! Oo.. Tidak isa! Bisa sih, tapi mengajukan surat permohonan untuk pinjam pakai baranf bukti. Permohonan ini bisa diterima bisa tidak, namanya juga permohonan. Kalau ternyata dikabulkan, Alhamdulillah, kalau tidak, apa nak dikata… Bahkan kalau ternyata dikabulkan, sewaktu2 kalau.bb barang bukti diminta lagi, maka peminjam harus siap untuk mengembalikannya.

Permintaan pengembalian barang bukti umumnya terjadi saat kasus diajukan ke pengadilan. Pengadilan akan meminta barang bukti kasus tersebut. Barang bukti tersebut akan diserahkan oleh kepolisian ke kejaksaan, tentu saja permohonan peminjaman barang bukti yang tadi jadi tidak berlaku, karena yang tadi itu merupakan kebijakan kepolisian, sehingga saat perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan, kepolisian tidak punya kuasa lagi. Kalau mau minjam barang bukti ya ngurus lagi ke kejaksaan.

Barang yang ada di kejaksaan akan dihadirkan saat pengadilan. Pengadilan ini bisa terjadi hingga berkali-kali. Bahkan kata si polisinya bisa hingga 5 kali. Dan setiap pengadilan barang bukti harus dihadirkan. Benar2 merepotkan.

Sebenarnya ada cara lain yang lebih gampang dan ga lebih repot dibandingkan dengan menyelesaikan perkara hingga tuntas. Ajukab permohonan damai. Dengan demikian kasus tidak akan diajukan ke pengadilan, dan barang bukti dapat kembali digunakan dengan lebih cepat. Tapi ya itu, karena damai, tersangka ga akan dihukum sesuai dengan tindak pidananya. Paling nginap berapa hari di penjara. Tapi pilih mana? Kalau lagi ada tugas dan sangat amat butuh laptop yang dicuri tersebut, tentu akan memilih damai aja kan? Kami pun demikian. Solusi baik hati ke pelaku tersebutlah yang kami pilih. Polisi itu pun menyetujuinya. Katanya besok udah bisa diambil laptopnya.

Esok harinya, ternyata bapak yang kemaren ingin mendamaikan kami sudah tidak ada dan di luar kota. Bapak polisi yang sekarang malah mengatakan tidak mungkin mengajukan damai, karena berkasnya udah di ajukan ke kejaksaan dan tidak bisa ditarik lagi. APA APAAN SIIH. Maka dengab pasrah kami hanya bisa mengiya-iyakan saja. Dan terluntang-lantung lah kami berusaha untuk peminjaman laptop tersebut.

Jadi, moral of the story nya adalah, kalau ketemu maling, gebukin aja ampe puas, mati atau tidaknya dia urusan nanti, ga usah sok-sok baik. Soalnya di pihak yang berwenang masalahnya panjang. Kalau udah digebukin, ngajuin damai ga masalah kan, paling tidak si pelaku udah dapat hukuman. Trus kalau barang yg dicuri itu dibutuhkan, jangan ragu-ragu untuk ngajuin damai, lebih penting diri lu daripada masa depan orang lain yang ntah siapa dan mungkin jadi korban berikutnya yang bebas karena perdamaian. Jangan dendam2 amat juga ama malingnya, toh udah digebukin.

Lalu untuk yang mau jadi maling, pilihlah barang yg kalau barang tersebut ga ada maka korban akan kesulitan, sehingga chance untuk berdamai lebih besar, lalu kalau tertangkap, jangan berbohong, tapi segeralah mengaku dan memohon ampun dan ceritakan sejujurnya, toh ga bakalan lama kalau berdamai, daripada digebukin? Polisi juga bakal ngegebukin lagi di kantor, kalau ga ngaku juga. Makanya banyak yang jadi pencuri, gara-gara gampang gini perlakuannya. Apalagi kalau malingnya pintar, ckckck. Ada yang salah dengan sistem hukum di Indonesia ini.

Thieves, in My Room


So 2 days ago when I was sleeping there is a thief who entered my room. He is brave and stupid enough. Actually there are two of them, no there is three.

Okay so here is the story.

I slept at 3AM that day and my cousin, slept at 1AM. At half past 7, I suddenly woke up, and then I look up at the door which was open, and there were two people standing. When I rose up, both of them suddenly running. I didn’t think and just run after them. I yelled “WOY!” and then I heard something dropped. I didn’t wait and look up, keeping with them.

At that time I only saw one people and another man who sat at his motorbike. When I look at him he just shrugged which make me ignore him. I chase the one who running, and when at the mouth of an alley I shout “MALING!!” at him. Exactly when I screamed the one who at the bike run away. I believe he is with the other two.

I gave up chasing and back to my room to check my belonging. Both of my laptop and my cousin’s missing. I run out of the room and saw one of the thief had been caught by cisitu’s people. I asked him about my laptop. He didn’t confess. Some of cisitu’s people starting to hit him. I stop them. Trying to tell no use to hit him. One of the cisitu’s found a bag, and inside is both of our laptop. Looks like that’s was what thrown.

He still didn’t confess. He said he is only selling stickers. people’s starting to hit him again. And I stopped them again. The sticker was thrown at the floor, maybe when he is running. When I asked why running he answered because he is scared. Stupid answer indeed. And I found the very same sticker he say’s being sold inside the bag which have the stolen bag. Still he didn’t confess. Then police come.

I, my cousin, and him go to the police station. He is beaten there, until he confess. He did confess after that, made me thinking he should has been beaten from the start. But he didn’t says who was his friends. I should have let him beaten till die before.

They found his STNK inside the wallet, and asked him where is the bike. He said he didn’t know. Stupid answer, again and again. Beaten again. He confess his friend with him, but he didn’t know where he live. Well enough. I have already driven by anger. If I have chance to rewind, I will let people’s beaten him before.

Mine and cousin’s laptop being taken by the police, and also my cousin’s BlackBerry. We cannot take it, whatever the reason, even if I need it badly. There are procedure’s, they say. Okay. Let’s we see the procedure.

 

** Sorry I am using English, and I realize there must be many grammars mistake, if not more. But I was using Swype when typing this,  and no Swype with Bahasa in my phone.