We are the winner! Or not?


Saatnya rakyat Indonesia berpesta! Karena rakyat Indonesia berhasil memperoleh kemenangannya pada pesta demokrasi ini! Bukan karena A atau B menang, tapi karena lebih dari 75% rakyat berpartisipasi dalam pemilu, sebuah rekor yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Sayang, pada akhirnya akan sulit pesta ini selesai dengan damai. Berbeda dengan pemilu Jakarta, dimana Fauzi Bowo (Foke) dengan damai mengakui kekelahan, saat ini kedua kelompok calon pemimpin Indonesia malah mengaku menang. Bahkan Quick Count pun memiliki hasil yang berbeda-beda.

Alhasil, pada saat KPU mengumumkan hasil, yang kalah akan berteriak kecurangan karena perhitungan yang ia miliki menyatakan ia menang.

Semoga Indonesia diberikan yang terbaik.

Iklan

Pemilu, Pemecah Bangsa – Sang Pembuat Pilu


Pilu, saat mulai menetapkan pilihan, dan mulai mengungkapkan pendapat, semuanya berubah.

Saya tahu, mungkin pilihan saya tidak sempurna. Tapi kenapa kalian menuhankan pilihan kalian? Pilihan saya cacat. Pilihanmu juga cacat. Tidak ada manusia yang sempurna, teman. Tidakkah kau menyadari dirimu menyakiti teman yang telah bersamamu bertahun-tahun dengan tidak menghargai pilihannya?

Apakah itu yang dinamakan Bhinneka Tunggal Ika? Sudah lupakah dengan doktrinasi SD, berbeda-beda tetapi tetap satu? Ataukah sebenarnya hanya berbeda-beda tetapi cuma satu?

Ya, mungkin sebagian perbedaan tidak pantas diterima. Tetapi kenapa kalian melemparkannya ke orang yang tidak bersalah? Kenapa kalian melampiaskannya ke sahabat kalian, yang telah kalian kenal sekian lama? Pemilu lah yang membuat kalian lupa dengan ikatan tali silaturahmi.

Wahai saudara sebangsa dan setanah air, ingatlah kalian hidup di atas bumi pertiwi. Dengan penuh ragam suku budaya, adat istiadat dan etika. Media sosial, membuat jarak menghilang, sehingga kalian tidak sadar sentilan sederhana dapat menyinggung perasaan saudara kalian di pulau seberang.

Bukan, aku bukan mengeluh karena dari suatu pihak. Kedua pihak mengalami hal yang sama. Kalian mendukung A, tapi berada di daerah B? Semua terasa sedang menjelekkan A. Kalian mendukung B, tapi berada di daerah A? Semua terasa sedang menjelekkan B. Aku berada di keduanya, sehingga merasakan keduanya.

Sungguh menyedihkan. Mungkin karena itulah namanya pemilu. Pilu dengan imbuhan pe-, Pembuat Pilu.