chrome://chrome-urls/


Baru-baru ini saya menemukan kalau kita bisa melihat keseluruhan proses chrome. Selain proses, kita juga bisa menyetting banyak hal yang tidak bisa di setting di menu setting biasa.

Ketikakan url atau klik chrome://chrome-urls/, di browser anda, di sana akan banyak link-link lain yang bisa melihat banyak proses internal chrome. Seperti chrome://cache/ yang akan menampilkan seluruh file yang di-cache di browser anda. Anda juga bisa melihat status GPU anda (termasuk WebGL) di chrome://gpu-internals/. DI chrome://flags/, anda bisa melihat banyak pilihan untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan aplikasi eksperimen di chrome, seperti auto-login, new downloads UI, panels, dan banyak lainnya. Perlu diperhatikan, karena masih eksperimen, mereka mungkin “menggigit”. Kita bahkan bisa melihat profiler dari browser chrome, chrome://profiler/.

Chrome FTW!!

Menginstall Java 7 di Ubuntu


Langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • Download file installer java di http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk-7u1-download-513651.html. Pilih yang untuk Linux, yang berakhiran *.tar.gz. Misalkan nama file adalah $FILENAME
  • Buat folder untuk menginstall java di /usr/local/java, dengan command terminal sudo mkdir -p /usr/local/java
  • Pindahkan $FILENAME ke folder /usr/local/java. (mv /lokasidownload/$FILENAME /usr/local/java)
  • extract. (sudo tar -xzfv $FILENAME). Lihat folder yang baru muncul di /usr/local/java, misalkan nama folder ini $FILEPATH (dihitung mulai dari root folder).
  • Edit file /etc/profile (sudo gedit /etc/profile), tambahkan di akhir file (jangan lupa di save):
    • JAVA_HOME=$FILEPATH
    • PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
    • export JAVA_HOME
    • export JAVA_BIN
    • export PATH
  • jalankan sudo update-alternatives –install “/usr/bin/java” “java” “$FILEPATH/bin/java” 1
  • restart.
Good Luck! Feel free for asking. 🙂

Sumber: http://www.wikihow.com/Install-Oracle-Java-on-Ubuntu-Linux

Menjalankan apt-get Ubuntu melalui proxy


Anak ITB mana sih yang ga kenal sama cumi? Pokoknya kalau udah ketemu cumi, kesel pastinya, apalagi kalau emang lagi darurat dan butuh.

Kalau makai ubuntu, dan pengen nginstall aplikasi dengan apt-get, pasti kena cumi. Gimana caranya?

Buat sebuah file di “/etc/apt/apt.conf.d/” dengan nama “02proxy”. Bisa dengan perintah

sudo gedit /etc/apt/apt.conf.d/02proxy

Lalu isi file tersebut dengan
Acquire::http::Proxy “http://yourusername:yourpassword@yourproxy:yourport”;

dimana yourusername itu akun AI3, yourpassword itu password AI3, yourproxy itu cache.itb.ac.id, dan yourport itu 8080. Jadi kira-kira jadi kaya gini:

Acquire:http::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;

nb: jangan copy paste tulisan diatas, karena ” di tulisan tersebut bukan kutip yang normal, ketik aja. Good luck!
thanks to the source.

 

Edited:
Selain mengedit di file 02proxy, bisa langsung mengedit file /etc/apt/apt.conf saja. Lalu, selain setting proxy http, setting juga https dan ftp biar tidak bermasalah. Tinggal tambahkan baris dibawah:

Acquire:https::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;
Acquire:ftp::Proxy “http://adinata:passwordAI3@cache.itb.ac.id:8080”;

File “hilang” dari Flashdisk?


Banyak orang yang tanpa sadar terkena virus (secara umum, entah trojan/worm/whatever), dan mengatakan sudah membersihkan virus yang ada. Tapi kemudian merasa file yang ada tersebut kemudian hilang “dimakan” virus.

Terkadang file tersebut tidak hilang, hanya disembunyikan, yaitu diubah atributnya menjadi hidden. Properti hidden ada 2 jenis, System Hidden, dan Hidden. Tidak penting apa itu, yang penting bagaimana mengembalikannya bukan?

Caranya gampang. Sangat gampang kalau mau dibilang. Terlebih dahulu mungkin lebih baik kita cek file yang “hilang” tersebut masih ada atau tidak. Buka command prompt. Jangan takut hanya karena kita akan menggunakan command prompt, sehingga anda berhenti membaca dan membuka artikel lain. Ini lebih gampang dibandingkan anda harus mendownload program yang tidak jelas dan mungkin mengandung virus lain.

Bagaimana cara menjalankan command prompt? Cara singkatnya adalah dengan membuka Run, dengan shortcut (Windows+R). Setelah jendela Run terbuka, ketik cmd dan tekan enter.

Buka jendela Run

Setelah itu, masuk ke drive flashdisk anda. Yang huruf itu lho? Kalau di komputer saya ada di H:, jadi di command prompt yang berjalan saya akan mengetikkan H:.

buka ke drive flashdisk

Lalu kita cek apakah file yang “hilang” masih ada dengan command “dir /a”, yang juga akan me-list semua file, termasuk yang hidden.

Jika file yang anda anggap “hilang” ada, maka cara ini bisa mengembalikan file anda yang “hilang” tersebut. Jika tidak ada, maaf, cara ini bukan cara yang tepat dan silahkan googling kembali. 🙂

Selanjutnya kita akan membuat semua file yang “hilang” kembali, dengan command attrib * -r -h -s /s /d.

Tunggu hingga prosesnya selesai, karena dia akan bekerja untuk seluruh file yang ada di flash disk anda. Dan kemudian file yang “hilang” akan kembali 🙂 Selamat! Jika ingin tahu kegunaan attrib, bisa melihatnya dengan command attrib /?, yang akan menjelaskan kegunaan tiap parameternya.

Cara Melihat JavaDoc Android offline dari Eclipse


Saya tidak begitu tahu apakah defaultnya ini tidak tersetting. Tapi untuk kasus saya, agar bisa melihat JavaDoc android (yang muncul sebagai salah satu view dari Java perspective, atau saat menekan Ctrl+Space) tidak bisa jika tidak online sebelum melakukan setting ini.

Saya asumsikan anda telah memiliki dokumentasi Android, biasanya jika di windows terinstall di path C:/android-sdk-windows/docs/. Setelah itu, buat sebuah project android yang baru, atau anda dapat menggunakan project yang anda miliki. Lalu klik kanan di android jar file yang ada di project anda, seperti gambar dibawah ini.

File Jar android

Klik kanan, dan pilih properties. Pilih tab Javadoc Location, dan masukkan path <%android-sdk-installation%>/docs/reference. Karena saya menginstall di C:/android-sdk-windows/, maka yang dimasukkan adalah C:/android-sdk-windows/docs/reference.  Lihat gambar.

Path Javadoc

Dengan langkah di atas, seharusnya sudah bisa menggunakan dokumentasi android secara offline. seperti contoh gambar di bawah:

Contoh menggunakan Javadoc android di Eclipse

Fokus! Teknik Pomodoro


Dari Freshly Pressed hari ini, saya mendapatkan sebuah hal kecil yang terlupakan, tapi penting. Yaitu fokus. Seringkali saya saat sedang bekerja, ngoding, atau belajar, sering menekan Alt+Tab dan masuk ke browser yang sudah membuka web Facebook. Yah walaupun hanya ngelihat notifikasi (yang entah kenapa akhir-akhir ini selalu ada setiap 10-20 menit), tapi jika dilakukan terus menerus tentu saja memakan waktu yang lama.

Selain waktu yang terbuang, fokus juga terganggu. Saat anda meninggalkan sesuatu sesaat, fokus anda akan hilang dari sesuatu tersebut, dan tentu saja untuk mengembalikan fokus ke hal tersebut memakan waktu juga. Tidak akan efisien.

Teknik Pomodoro ini sebenarnya sederhana. Yaitu membagi waktu kerja dan waktu selain kerja. 25 menit waktu kerja dan 5 menit waktu lainnya. Setelah 1 jam, silahkan perpanjang lebih dari 5 menit istirahatnya, tentu saja tidak terlalu lama hingga lupa kerja lagi 😛

GImana supaya tahu kalau udah 25 menit? Repot kan ngeset alarm terus. Tenang saja, ada timer online yang tinggal anda refresh untuk menjalankan ulang waktunya. Timer ini sudah diset 25 menit kerja dan 5 menit istirahat. Untuk menjalankan ulang anda harus merefresh pagenya.

Tapi itu semua percuma saja jika anda tidak bisa mengendalikan diri. Timer ini hanya lebih sebagai pengingat, terserah anda mau mematuhi apa tidak. 🙂 Terutama untuk orang yang selalu work hard, play harder. Berarti kerja 5 menit, istirahat 25 menit? 😉

Fokus!! 😀

Memulai Android Development, dengan koneksi internet ITB (proxy-ed)


Sebenarnya artikel ini bertujuan untuk melengkapi artikel yang sudah dibuat oleh teman saya, di sini. Tapi di artikel teman saya tidak bisa diterapkan di internet ITB yang memiliki proxy. Saya mencoba menambahkan beberapa langkah agar bisa diinstall melalui internet ITB.

Setelah anda “menginstall” eclipse, setting proxynya. Pilih menu Windows > Preferences. Pilih active provider nya manual, dan edit schema HTTP dan HTTPS nya, dengan host cache.itb.ac.id, port 8080. OK.

Pengaturan proxy di eclipse

Download zip file ADT Plugin for Eclipse di http://developer.android.com/sdk/eclipse-adt.html, di bagian Troubleshoting.

Bagian yang menyediakan download ADT. Download saja versi terbaru

OK, sekarang jalankan Eclipse bila anda belum menjalankannya. Pilih menu Help > Install New Software… Akan muncul jendela seperti berikut

Klik tombol Add, pilih Archive di window baru yang muncul, dan pilih file ADT yang telah anda download tadi. Maka instalasi ADT akan berjalan dengan lancar. Selanjutnya kita akan menginstall SDKnya.

Untuk mendownload Android SDK, langsung saja pergi ke download site nya :
Untuk Windows :
Download .exe yang recommended saja. Setelah di download, eksekusi .exe nya. Ketika program meminta posisi hasil instalasi nantinya, letakkan di tempat yang mudah diingat (karena tempat ini akan kita gunakan lagi). Setelah program selesai menginstall, jalankanSDK Manager ketika diminta.Untuk Mac OS dan Linux :
Download file kompresi yang disediakan. Ekstrak di tempat yang mudah diingat (karena tempat ini akan digunakan lagi). Masuk ke direktori Android, lalu jalankan SDK Manager.

Setelah anda menjalankan SDK Manager, akan ada loading yang tidak akan selesai. Cancel saja. Jika tidak bisa dan dia masih tetap berusaha loading, acuhkan dan buka pilihan setting, dan isi proxy. Lalu keluar dari SDK.

Abaikan dan isi proxy setting

Kembali ke Eclipse, buka lagi window preference, bagian android, dan isi SDK location dengan tempat anda menginstall SDK, atau posisi installer SDK.
tekan OK, abaikan semua peringatan jika ada, dan restart Eclipse. Setelah itu, pilih menu Window > Android SDK and AVD Manager. Seharusnya sekarang sudah bisa terkoneksi dengan internet, dan anda bisa melanjutkan proses instalasi di sini.

Unique and Strange Programming Language


Kemaren saat nemuin link yang ngelihatin statistic google code jam di http://go-hero.net/jam/ yang saya temukan setelah ngirim email ke google untuk ngasi statistic per negara dan direply dengan email berisikan link ke situs tersebut, saya melihat ternyata ada yang menyelesaikan problem dengan brainfuck. Tentu saja kaget. Dan kemudian Risan mengomentari agar mengerjakan dengan whitespace. Apa lagi itu? ckckck. Ternyata ada bahasa pemrograman yang aneh-aneh.

Brainfuck

Ini nih bahasa yang nge-fuck otak. Haha.

Hello World in Brainfuck

Whitespace

Ini sebenarnya hanya terdiri dari spasi, enter (linefeed), dan tab. Jadi sesuai namanya, tidak ada yang kelihatan. Haha. Bahasa pemrograman ini sebagai bentuk protes terhadap bahasa pemrograman tertentu yang mengabaikan karakter-karakter whitespace. Di bahasa pemrograman ini whitespace membalas karakter lain dengan mengabaikan karakter lain selain whitespace. Hahaha. Dengan sebuah source code C/C++ atau bahasa lain, anda bisa menyembunyikan sebuah code whitespace yang mungkin berupa sandi-sandi rahasia milik negara. 😛

Hello World in Whitespace


Chef

Chef adalah koki. Dan bahasa yang digunakan memang seperti bacaan yang selalu dibaca oleh koki. Hmm, menarik!

Hello World in chef


Piet

So far this is the best. Bener-bener mencengangkan. Kurang ngerti seperti apa source codenya seperti apa, tapi yang jelas bakal jadi seperti gambar. Gambar dibawah ini jika dikompilasi dan dijalankan, akan menjadi hello world. Dan hello world ga kaku hanya seperti ini. Bisa berbentuk gambar-gambar lain, yang penuh estetika. Benar-benar WOW!

Hello World in Piet


Selain 4 yang saya sebutkan, masih ada beberapa bahasa pemrograman lain yang lucu-lucu dan unik. Seperti Shakespeare (yups, a source code like an act), LOLCODE (you will be LOL-ing), l33t (programming language for 4L4y), and many-many others. Good luck in exploring! Muhahaha


nb: tiap gambar bisa di klik untuk mengetahui info lebih jauh. Saya sarankan untuk mengklik gambar piet, karena gambar-gambar yang ada disana benar-benar mencengangkan. Terutama jika anda tahu itu adalah sebuah source code.

10.000 Jam


Pernah mendengar istilah 10.000 jam? Saya pertama kali menemukannya di bukunya Felix&Steven Halim, Increasing Lower Bound of Programming Contest. Dan kedua kalinya saya mendengar istilah ini saat seminar oleh pak Budi Rahardjo.

Apakah aturan 10.000 jam ini? Menurut aturan ini, jika seseorang ingin menjadi seseorang yang expert di suatu keahlian harus sudah menghabiskan waktu selama 10.000 jam agar benar-benar menjadi ahli. Jika ingin menjadi seorang gitarist terkenal, bermain gitarlah selama 10.000 jam. Jika ingin menjadi pembalap handal, habiskan 10.000 jam anda di arena balap. Jika ingin menjadi gamer handal, habiskan 10.000 jam memainkan game tersebut. Demikian juga jika ingin menjadi seorang coder handal, habiskan 10.000 jam berkutat dengan code.

Berapa lamakah 10.000 jam ini? Asumsikan 1 hari anda hanya melakukan 1 jam kegiatan tersebut, Do the math- It takes about 28 years, menghabiskan setengah waktu hidup. Sangat lama kan? Idealnya bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin menjadi expert, 10 tahun adalah waktu yang cukup. Do the math- berarti kira-kira 3 jam dalam satu hari dilakukan untuk menekuni bidang tersebut.

Percayalah, jika sudah melewati 10.000 jam tersebut anda akan menjadi expert. Permasalahannya adalah, apakah anda sanggup bertahan untuk terus berjuang selama 10.000 jam? Ga sebentar lho itu 🙂

#compfest2011


Ini merupakan sebuah acara yang bertemakan IT, mirip-miriplah dengan Arkavidia yang sempat diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika ITB bulan February lalu. Kalau compfest, yang ngadain adalah Fasilkom UI. Situsnya bisa dilihat di http://compfest2011.com/

Malam minggu kemaren, mereka berhasil menjadi Trending Topics di twitter, menurut saya ini merupakan sebuah prestasi tersendiri. Selain menjadi sebuah promosi gratis, juga menimbulkan semangat dalam kepanitiannya. Saya aja yang cuma ngelihatin timeline jadi semangat, apalagi panitia yang memang menjadi pelaksana. Haha.

Mereka punya banyak media komunikasi, mulai dari facebook page, website, tumblr, formspring, dan tentu saja twitter @compfest2011. Yang paling menarik, seluruh media tersebut berjalan secara efektif dan informatif. Mereka yang tertarik bisa mencari info yang mereka inginkan, dan mudah untuk menanyakan jika ada yang tidak dimengerti. Dan direspon dengan cepat. Kalau saya mah senang kalau ditanya, trus dijawab dengan cepat. Tapi kalau ditanya trus ga dijawab adanya jadi benci 😛

Salutlah ama panitia compfest yang bisa ngebuat jadi TT. Pastinya itu ga mungkin kalau cuma sendirian. Good luck deh sama acaranya. Insya Allah saya akan datang sebagai peserta 😀 atau mungkin hanya melihat-lihat 😛