My Social Network


Udah lama tidak mengakses social network, terutama facebook, dan juga twitter. Facebook sudah tidak pernah melihat notifikasi lagi, message pun dibaca dan dibalas melalui email, sedangkan twitter dibuka hanya kalau ada mention. Macam-macam sih alasan kenapa malas buka, salah satunya biar ga ngeluh. Kalau keseringan ngetweet entah kenapa jadinya ngeluh melulu di twitter. Facebook pun isinya update status orang, sebenarnya buat apa baca update status orang sih?

Entahlah, itu mungkin cuma alasan doang. Kalau ngobrol enakan langsung 2 arah ga ada orang lain sih. Entah itu chat atau ngobrol langsung. Tapi kalau melalui telpon, entah kenapa aku ga suka. Kalau ada telepon masuk, 80% kemungkinan akan diabaikan. Saat ini paling enak pake Line sih, bisa ngasi respon ekspresif dengan sticker walau mungkin maknanya hanya “okay”.

Kacamata Baru!


Well, ga tepat sih dibilang kacamata baru, tapi kacamata dengan lensa baru. Cuma ganti lensa doang, tapi framenya tetap pake yang lama walau umurnya udah hampir 2 tahun. Habisnya framenya nyaman banget dan tahan banting. Udah ratusan kali dipake sambil tidur tapi masih tetap utuh. #janganditiru

Ceritanya saya udah merasa ga nyaman dengan kondisi mata sejak hampir sebulan yang lalu. Kalau menatap jauh, kerasa pusing, masih jelas sih, tapi berbayang. Yang matanya silindris kayaknya ngerti, gambarnya tajam, tapi ada banyak atau berbayang. Saya sebenarnya udah mengecek 3 kali dalam sebulan ini, ke 2 tempat berbeda. Namun hasilnya mereka menyatakan kalau tidak ada perubahan. Akhirnya hari ini saya menemukan tempat yang mendiagnosis kalau kacamata saya sudah tidak cocok. Baca lebih lanjut

Olahraga, setelah sekian lama


Sebenarnya saya bukannya benci olahraga. Tapi hanya tidak suka kecapekan, dan juga malas untuk memulainya. Biasanya kalau udah kecapekan bawaannya jadi malas ngapa-ngapain untuk hari itu. Apalagi kalau pegal-pegal. Haha.

Olahraga yang paling saya sukai itu Arung Jeram. Namun udah setahun lebih ga turun ke sungai. 😦 Salah satu alasannya karena udah jarang olahraga, stamina jadi ga ada. Padahal arung jeram itu butuh stamina. Dan juga punya taruhan nyawa kalau ga hati-hati. Ya kalau ikutan arung jeram sebagai tamu sih mungkin ga apa-apa, tapi rasanya ga punya harga diri kalau saya jadi tamu. -_-

Nah karena berdasarkan alasan itulah maka saya memutuskan untuk berusaha membentuk fisik saya. Caranya dengan olahraga lagi. Haha. Kebetulan akhir-akhir ini entah kenapa selalu bangun sebelum jam 6, tapi abis itu malah malas-malasan di kasur. Kalau seandainya berhasil memaksaan diri untuk memulai, haha…

Porsi latihan yang saya gunakan sama dengan yang pernah saya dapatkan saat pendidikan KMPA dulu. Seingat saya ada beberapa versi latihan yang pernah diberikan.

Versi 1:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Naik-turun-tangga 1 menit
  • Push-up 1 menit
  • Sit-up 1 menit
  • Pull-up 1 menit
  • Pendinginan

Versi 2:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 13 kali non-stop
  • Pendinginan

Versi 3:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Sprint interval 6 kali (lari sprint 1 putaran, jalan 1 putaran = 1 kali)
  • Pendinginan

Versi 4:

  • Pemanasan (wajib ini, jangan ketinggalan)
  • Lari keliling lapangan saraga (sebesar lapangan bola) 6 kali
  • Naik-turun-tangga 1 menit
  • Push-up 1 menit
  • Sit-up 1 menit
  • Pull-up 1 menit
  • Sprint interval 6 kali (lari sprint 1 putaran, jalan 1 putaran = 1 kali)
  • Pendinginan

Dijamin kalau tiap minggu bisa rutin ngelakuin ini perkasa deh. Haha. Tadi saya ngelakuin yang versi 1. Kapankah saya akan olahraga lagi? Haha. Hmm. Pengen ngarung… 😦

Musik? Hem…


Siapa yang suka musik? Siapa yang punya musik terfavorit? Siapa punya penyanyi idola?

Dari 3 pertanyaan diatas, pasti setidaknya kalian mengacungkan tangan di salah satu pertanyaan, bahkan mungkin banyak di ketiganya. Sayangnya, saya tidak mengacung untuk ketiganya.

Aneh mungkin, saat kalian melihat ada orang yang ga suka dengar musik. Tapi begitulah, musik tidak membuat saya menjadi lebih tenang yang kata banyak orang musik itu untuk refreshing. Musik membuat saya gelisah, dan terkadang pusing sehingga tidak bisa berpikir. Haha. Tapi begitulah nyatanya.

Pada awalnya sih saya oke-oke aja dengan musik. Bahkan di saat SMA saya menjadi yang dicari kalau mau minta lagu. Entah dari mana koleksi lagu mp3 di hardisk saya cukup banyak dan sengaja saya susun rapi. Tapi semua lagu tersebut hampir tidak ada yang saya dengarkan. Hingga saya benar-benar sadar bahwa percuma saya menyimpan lagu-lagu tersebut jika tidak didengarkan. Maklum, dulu kapasitas hardisk hanya 40GB, bayangkan aja ribuan lagu di hardisk tersebut, berapa sisanya?

Sejak saya memutuskan untuk menghapus seluruh lagu tersebut, perasaan yang awalnya fine-fine saja dengan musik, lama kelamaan mulai berubah menjadi rasa benci dan menimbulkan efek-efek psikologis yang negatif. Sehingga membuat saya benar-benar membenci musik.

Ga peduli apa kata orang, saya memutuskan untuk membenci musik. Haha.

Ada kah diantara kalian yang tidak menyukai musik seperti saya? Sepertinya tidak.

Whose your life is?


Untuk siapa hidupmu? Jawaban yang pasti sih untuk Tuhan, karena dia yang menciptakan. Tapi saya ingin membahas dari sisi dunia aja.

Ada yang kuliah karena disuruh orang tua, atau demi orang tua. Banyak mungkin. Salahkah itu? Entahlah. Mungkin tidak salah. Asalkan tidak menjadi penghalang untuk berkembang. Terkadang kan masih ada orang tua yang memaksakan keinginan agar anaknya jadi dokter atau apa.

Kalau saya sih hidup saya untuk diri saya sendiri. Karena itulah terkadang saya jadi orang yang terlalu sesuka hati, atau seenaknya saja. If I want to do it, I will, if not I won’t. Bahkan saya terkadang merasa durhaka, atau kejam terhadap orang lain. Haha. Maaf ya.

Pernah sih, saya merasa menyerahkan hidup saya ke orang lain, tapi saat orang tersebut pergi, hidup saya kemana? Sebelum saya menikah sepertinya saya tidak akan menyerahkan hidup saya lagi ke orang lain. Haha.