Papandayan, 2665 dpl. #1 – 9 Maret 2013


Akhirnya, setelah sekian lama keinginan naik gunung muncul lagi, kemaren naik ke papandayan. Sebenarnya tidak banyak sih gunung yang udah aku daki. Bahkan dengan ingatanku yang sepatah-sepatah ini aku tidak tahu apa aja yang udah aku daki. Cerita ini akan dibagi menjadi 2 post. Post pertama akan menceritakan bagian pra-perjalanan dan perjalanan menuju pos pertama papandayan. Post kedua akan menceritakan pendakian papandayan dan perjalanan pulang.

Jadi ceritanya Restu mengajak untuk naik ke Papandayan melalui media grup facebook. Berhubung aku dengan media sosial sedang tidak mesra, aku tidak tahu dengan pengumuman itu. Kemudian sekitar 3 minggu sebelum hari H, aku diajak pas ketemu di…..entah aku ga ingat ketemu dimana, pokoknya diajakin aja. Langsung diiyain. Trus ngajak-ngajak temen SMA juga, soalnya canggung kalau cuma kenal ama Restu (aku kan ceritanya cuma tau Restu dan teman-temannya yang naik) wah, tim jalan-jalan Nithron bandung pun udah semangat dan iya-iya aja. Semakin oke kan. Trus H-7, saat konfirmasi, eh ternyata temen SMAnya ga bisa.😐 Okai. Tapi saat itu aku udah tau sih kalau ternyata Lio juga ikutan. Trus udah ngajak-ngajak temen yang aku kenal juga untuk naik. Ya udahlah ya yang penting aku tetep naik.

H-6, acara diundur, karena waktunya bersamaan dengan Amazing Race yang seharusnya dilakukan pada H-7. Okai, acara diundur, tanya lagi temen-temen SMA, eh jawabnya jadi iya lagi karena tanggalnya cocok. Seminggu kemudian, (H-7 lagi), konfirmasi lagi, eh ternyata tanggal segitu ada job fair, temen SMA jadinya lebih milih itu deh. Ada satu yang oke, tapi karena cuma kenal ama aku, jadinya dia males karena canggung. Akhirnya dari SMA aku pun cuma aku yang jadi. Temen-temen yang lain pun mulai berguguran. Emang naik gunung itu butuh kemauan keras, ga hanya pada saat pendakian, pada saat mengajak orang juga berat.

Akhirnya, hari H (Jumat, 9 Maret 2013). Tim beranggotan 5 orang, aku, lio, restu, sigit dan okihita. Banyak yang tidak sesuai rencana, misting ga ada, gas ga ada, bahkan Restu tidak bawa logistik. Karena cuma berlima, dan kami memiliki 3 motor, maka kami pun memutuskan untuk naik motor, walau 2 motor sudah tidak tahu kapan terakhir diservis. Kami pun berangkat jam 18.10 dari parkiran sipil ITB. Saat itu aku belum sholat magrib, gara-gara ada yang lagi sensi dan pengen buru-buru.πŸ˜›

Perjalanan menuju Garut pun dimulai. Kami menuju Garut karena hanya tau kalau harus menuju Garut, kemudian dari Garut pergi ke Cisurupan. Pada pukul 19.30, di daerah Cibiru, kami makan malam, dan kemudian mengisi bensin. Pada saat mengisi bensin aku pun sholat Isya dijamak Maghrib. Perjalanan menuju Garut memakan waktu sekitar 2.5 jam. Berhubung sebelumnya aku sudah cukup sering ke Garut makanya bisa dicapai dalam waktu yang tidak begitu lama. Kemudian kami menuju Cisurupan. Sesungguhnya kami berlima tidak ada yang tau Cisurupan itu berada dimana. Bermodalkan navigasi GPS dari iphone, kami menuju Cisurupan dari Garut. Map yang digunakan adalah google map, karena apple map bahkan tidak bisa menunjukkan lokasi cisurupan.

Perjalanan berjalan lancar. Lalu kemudian kami ditunjukkan jalan tanah oleh GPS. Karena cuma tau arahnya melalui jalan tersebut, kami pun memasuki jalan. Hingga ditengah perjalanan di jalan tanah tersebut sinyal GPS menghilang, dan ternyata kami salah belok. Alhasil pada saat sinyal GPSnya muncul lagi, ternyata jaraknya tersasar cukup jauh. Kami kembali memutar setelah bertanya dengan penduduk yang kebetulan bangun. Kami pun melanjutkan perjalanan hingga kemudian bertemu dengan penduduk (saat ini sudah jam 00.00) yang menunjukkan jalan dengan kalimat, “jalan terus, kemudian pas nyampai jalan raya belok kanan”. Jalan raya??? Jadi tidak harus melalui jalan tanah yang berbatu-batu ini???? :O

Pada saat sampai di jalan raya dan kemudian belok kanan, kami kembali menemui jalan batu. Sial😐. Perjalanan terus kami lanjutkan, hingga di tengah perjalanan ternyata bensin motor Sigit sekarat. Setelah berdiskusi, saya dan Oki menggunakan motor saya (karena memiliki paling banyak bensin saat itu) untuk mengecek sejauh apa jarak yang tersisa menuju pos pertama. 7 menit kemudian saya pun sampai di pos pertama. Dan ternyata hape saya tidak mendapat sinyal. Saya pun turun sendiri (Oki ditinggal di pos) untuk mengabari teman yang masih dibawah dan kemudian mengurangi beban di motor Sigit dengan membawa carriernya di motor saya. Kami pun sampai di pos pertama perjalanan pada pukul 01.00.

Sepanjang perjalanan menuju pos pertama, saya ga ada menggunakan kamera. Soalnya lagi bawa motor. Bahkan sampai di pos pertama tidak ada menggunakan kamera, karena masih cape habis bawa motor.

Cerita dan foto-foto super cool akan dilanjutkan di post berikutnya. Stay tuned!πŸ˜‰

One thought on “Papandayan, 2665 dpl. #1 – 9 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s