Whose your life is?


Untuk siapa hidupmu? Jawaban yang pasti sih untuk Tuhan, karena dia yang menciptakan. Tapi saya ingin membahas dari sisi dunia aja.

Ada yang kuliah karena disuruh orang tua, atau demi orang tua. Banyak mungkin. Salahkah itu? Entahlah. Mungkin tidak salah. Asalkan tidak menjadi penghalang untuk berkembang. Terkadang kan masih ada orang tua yang memaksakan keinginan agar anaknya jadi dokter atau apa.

Kalau saya sih hidup saya untuk diri saya sendiri. Karena itulah terkadang saya jadi orang yang terlalu sesuka hati, atau seenaknya saja. If I want to do it, I will, if not I won’t. Bahkan saya terkadang merasa durhaka, atau kejam terhadap orang lain. Haha. Maaf ya.

Pernah sih, saya merasa menyerahkan hidup saya ke orang lain, tapi saat orang tersebut pergi, hidup saya kemana? Sebelum saya menikah sepertinya saya tidak akan menyerahkan hidup saya lagi ke orang lain. Haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s