Merancang Itu Susah


Ingat kalau tubes OOP2 saya udah keluar (eh, udah pernah bilang belum ya)? Tugas OOP1 saya disuruh membuat game Harvest Moon mini. Di command prompt. Dan sekarang tugasnya disuruh untuk mengembangkan game tersebut menjadi punya objektif yang jelas.

Minggu pertama dari tugas ini deadlinenya adalah mengumpulkan proposal pengembangan game. Dan itu sudah dilewati hari senin kemaren. Berhubung anggota kelompok saya banyak yang kreatif, maka proposal yang kami ajukan merupakan game Harvest Moon dengan tanaman seperti pokemon yang bisa bertarung layaknya final fantasy tactics. Keren lho.

Semua yang keren itu tentunya tidak mudah. Haha. Tapi karena semuanya tampak tidak surut semangatnya untuk membuat game yang katanya asisten itu kompleks (saya juga dalam hati berpikir seperti itu), maka saya sebagai PM (project manager) tertantang untuk menjawab tantangan yang diberikan anggota sekelompok saya.

Tahukah kalian, tahapan yang paling sulit dalam membuat perangkat lunak itu bukanlah bagian ngodingnya, atau membuat kodenya, tapi merancang bagaimana desain perangkat lunak tersebut. Dan game ini juga termasuk perangkat lunak. Jujur saya sempat panik karena hingga kemaren masih belum menemukan titik terang bagaimana desain untuk game ini. Padahal udah mulai dari hari Sabtu, saat membuat proposal sambil memikirkan desainnya.

Senin dan Selasa saya sampai meninggalkan beberapa mata kuliah (maafkan saya pak, bu), untuk membuat rancangan desain tugas ini. Tapi bersyukur punya senior-senior yang hebat yang bisa ditanya-tanyain, (tag: @hallucinogen @kd_recursion @hover4phoenix @the_legacy) hari ini sudah terlihat titik terangnya. Ya, baru titik terang, suatu titik dimana bisa membagi tugas, dan menjelaskan bagaimana game ini bekerja, ke teman-teman sekelompok. Perjalanan masih jauh, kawan.

Deadline selanjutnya hari Senin (CMIIW) minggu depan, tinggal 5 hari lagi. Semoga saya dan teman-teman bisa mengejar deadline untuk membuat prototype dari game ini. Katanya asisten mungkin asal lulus compile, tapi asisten juga masih ragu saat itu, jadi entahlah, jika ternyata H-1 ada pemberitahuan harus sudah bisa nyangkul, nanam dan lain-lain..

Menulis ini memakan waktu 20 menit lho, tujuannya agar yang ngebaca mau mendoakan saya supaya berhasil… Haha. Mohon doanya ya… :p

2 thoughts on “Merancang Itu Susah

  1. implementasi sama perancangan harus seimbang, RPL ngak seenak jidat langsung jadi suatu program, kayak novelis jadi sutradara film.

    faktanya RPL cuma buat nerangin source code biar lebih manusiawi ketimbang ngejelasin pseudo code dan algoritma

    1. Setuju sih, emang harus seimbang. Kalau bagi saya, membuat rancangan yang benar itu lebih susah daripada membuat kodenya. Tergantung orang sih benarnya seperti apa. Ya kalau benarnya asal bisa dibuat ya gampang. Tapi kalau menurut saya yang benar itu yang bisa membuat kodingnya lebih mudah dan programnya sendiri manusiawi. Membuat aplikasi dengan modal koding doang kayanya hanya akan menambal di sana di sini. Apakah itu benar? Mungkin. Toh yang buat program ya si programmer. Kalau si programmer ngerasa benar, ya benarlah si program.

      Tapi yang lebih berkuasa sih, si klien. Hahaha. Jadi walaupun rancangannya bagus secara fungsional tapi tampilannya ga disukai klien, klien bisa-bisa aja bilang salah. Dan si programmer ya jadi salah. Hahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s